Search

#PROJECTPLANETTALKS: Ada Apa dengan Fast Fesyen? Tips Menghijaukan Lemarimu bersama Buang Disini

To read this blog in English, click here.


Pada 16 Oktober, Project Planet ID diundang untuk berbicara tentang fesyen keberlanjutan dengan Buang Disini di IG Live, dan berikut adalah poin-poin penting yang bisa kita ambil untuk membangun lemari pakaian berkelanjutan kami sendiri.



Apa itu fast fashion dan mengapa itu buruk bagi lingkungan kita?


Merek fast fashion melihat pakaian di runway dan membuat pakaian yang serupa dengan cepat, memungkinkan konsumen untuk mengikuti pakaian terbaru dan paling trendi dengan harga yang rendah.


Walaupun nyaman, proses manufaktur seperti inilah yang menjadi penyebab utama mengapa industri fesyen telah menjadi polutan terbesar kedua di dunia setelah minyak dan gas [1]. Pada tahun 2015, industri fesyen sendiri menghasilkan 5.4% dari total emisi karbon dioksida dan diperkirakan pada tahun 2025, jumlah pakaian yang telah dibuang akan seberat populasi dunia saat ini [2]. Lebih parahnya lagi, pakaian tersebut membutuhkan waktu 200 tahun untuk terurai karena 60% terbuat dari plastik atau bahan sintetis seperti nilon, poliester dan akrilik [3].


Selain itu, kita juga harus mempertimbangkan etika bisnis, terutama dari sisi operasional dimana mereka mempekerjakan pekerja berjam-jam dalam kondisi kerja yang tidak aman demi meminimalisir biaya produksi.


Bagaimana kita bisa mengubah pola pikir kita tentang fast fashion dan mempraktikkannya?


Industri fesyen telah menjadi polutan terbesar kedua di dunia setelah minyak dan gas

Sumber: Fernand de Canne [5]


Pertama, kita perlu melihat pakaian yang berkelanjutan sebagai investasi karena daya tahannya yang lama dan kualitasnya yang tinggi sehingga kita dapat konsumsi pakaian dalam jangka panjang!


Bagaimana cara mempraktekkannya? Tip pertamaku adalah berbagi atau bertukar pakaian dengan saudara kita.


"Aku memiliki dua adik perempuan dan kami berbagi pakaian sehingga kami merasa memiliki banyak pilihan"

Kita juga bisa bisa mencoba upcycling karena dengan begitu, kita memberikan pakaian lama kita kehidupan kedua sehingga kita bisa membeli lebih sedikit pakaian baru ataupun tidak sama sekali.


Jika kamu kurang cocok dengan DIY, kamu juga bisa mulai menyewa atau membeli pakaian second hand. Katakanlah, kamu diundang ke pesta. Daripada membeli gaun baru yang akan memerlukan biaya yang banyak dan hanya akan duduk di lemari pakaianmu sampai kapan tahu, cukup sewa gaun di tempat persewaan terdekat atau beli second hand secara online!


Atau kamu juga bisa mulai thrifting.


Baca Juga: Fesyen Sirkular: Solusi Untuk Masalah Ritel Keberlanjutan.

Menurut kamu, bagaimana kami dapat mengubah pola pikir penonton tentang thrifting? Bisakah kamu juga berbagi dengan kami sisi keuntungan dan kerugian dari thrifting?


Kita harus mulai melihat thrifting sebagai pembelian barang bekas yang memiliki kualitas daripada barang berkualitas rendah yang tidak terpakai.


“Aku sendiri belum pernah mencoba thrifting, tapi salah satu temenku membeli jaket high fashion yang branded dari toko second hand... Saat menanyakan harga ke penjual ternyata itu bukan produk palsu tapi harganya turun drastis karena ada sobekan di bagian dalem jaket!”

Penelitian juga menunjukkan bahwa jika setiap orang membeli satu barang bekas dengan thrifting dalam satu tahun, kita dapat menghemat sekitar 6 ton emisi CO2 yang setara dengan menghilangkan setengah juta mobil dari jalan raya dalam setahun [4].


Karena semakin banyak orang yang menyadari sisi gelap fast fashion dan mulai mencari alternatifnya, thrifting dapat menjadi solusi untuk masalah keberlanjutan industri fesyen.


Namun, pasti ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan saat melakukan thrifting seperti penggunaan plastik dan higienis. Beberapa toko masih menggunakan kantong plastik dan saranku adalah membawa tas belanja sendiri sehingga acara belanja kita menjadi sehijau mungkin. Lebih penting lagi, ingat untuk selalu mencuci pakaian yang kita beli dengan air hangat saat kamu sampai rumah untuk memastikan barangnya benar-benar bersih dan aman dari kuman.


Hal lain yang harus diperhatikan adalah ‘thrift store palsu’. Baru-baru ini, aku tahu dari halaman forum Project Planet bahwa beberapa toko second hand membeli dari toko fast fashion dan menjualnya kembali seolah-olah itu adalah barang bekas, yang menurut aku, tidak mengikuti arti sebenarnya dari thrifting dan sama dengan membeli barang baru dari merek itu sendiri, jadi itu sesuatu yang harus kita waspadai saat thrifting.


Saat thrifting, kamu mendapatkan begitu banyak pilihan

Sumber: Prudence Earl [6]


Apakah kamu dapat memberi kami contoh mereka fesyen berkelanjutan dan berbagi dengan kami pengalaman kamu dalam membeli dari merek itu?


Bulan lalu, kami mengundang Liberty Society sebagai salah satu pembicara panel kami di Green Living Festival Indonesia. Merek fashion lokal yang menjual garmen berkualitas tinggi yang ramah lingkungan buatan sekelompok pengungsi perempuan. Dengan melakukan ini, Liberty Society tidak hanya melindungi lingkungan dengan membuat operasi dan produk akhir mereka berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan wanita.


“Aku hanya membeli dari merek fesyen berkelanjutan sekali dan aku memilki pengalaman yang sangat positif: kamu dapat melihat bahwa kualitasnya lebih baik dan produknya bertahan lebih lama. Misalnya, beberapa pakaian dari fast fashion cenderung sangat tipis dan mudah melar tetapi untuk item dari merek fesyen berkelanjutan, pakaian tersebut tidak terlalu tipis dan kamu dapat merasa bahwa item tersebut tidak terlalu mudah melar. Sebagai pelanggan kamu benar-benar merasa bangga karena kamu telah membantu memberikan gaji yang pantas untuk pekerja mereka dan memilih opsi yang lebih ramah lingkungan.”

Buang Disini memiliki sub-produk bernama Sisa Benang, dimana kami membuat produk fesyen keberlanjutan dengan menggunakan kain yang tidak terpakai dari pabrik. Apa saja cara Project Planet mendukung industri fesyen keberlanjutan?


Selain mendidik pembaca kami melalui artikel dan posting blog, kami juga memiliki Green Living Project dimana kamu dapat menemukan semua hal terkait dengan keberlanjutan, termasuk merek fesyen keberlanjutan!


Terkadang, kami juga memposting tutorial upcycling seperti video DIY Tie Dye di IGTV Instagram kami.


Terakhir, anggota komunitas kami dapat memposting pertanyaan apapun yang mereka miliki tentang fesyen berkeberlanjutan di forum kami.



Adakah tip-tip terakhir untuk penonton kita hari ini agar lebih berkelanjutan dengan pilihan fesyen mereka?


Tips aku adalah:

  1. Selalu periksa label pakaian, mereka sangat informatif dan memberitahu kamu pakaian tersebut terbuat dari apa. Hindari membeli pakaian yang menyebutkan penggunaan bahan sintetis.

  2. Cobalah upcycling saat kamu di rumah. Cukup menyenangkan dan dapat menggunakan kreativitas kamu.

  3. Coba thrifting. Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan kamu temukan.

  4. Jika kamu ada budget, cobalah membeli garmen dari mereka fesyen keberlanjutan dan rasakan perbedaan pakaiannya.

Butuh tips lagi? Tulis di forum kami DISINI!

Sumber:

[1]https://www.forbes.com/sites/gulnazkhusainova/2019/06/12/why-the-circular-economy-will-not-fix-fashions-sustainability-problem/#3750ae6c4d05

[2]https://www.ellenmacarthurfoundation.org/publications/a-new-textiles-economy-redesigning-fashions-future

[3]https://www.vox.com/the-goods/2018/9/19/17800654/clothes-plastic-pollution-polyester-washing-machine

[4]https://bigthink.com/politics-current-affairs/is-fashion-bad-for-the-environment?rebelltitem=4#rebelltitem4


Gambar:

[5] https://unsplash.com/photos/2fNMdA6a5ck

[6] https://unsplash.com/photos/8F0I12ypHPA

© 2020 by PROJECT PLANET. Most Rights Reserved.