Search

Apakah Curah Hujan Tinggi Penyebab Banjir di Kalimantan Selatan? Ahli Lingkungan Tak Setuju

Awal tahun ini Kalimantan Selatan terkena banjir. Apakah curah hujan penyebabnya?

Sumber: Chris Gallagher [7]


To read this article in English, click here


Pada tanggal 14 Januari, Kalimantan Selatan dilanda banjir bandang setelah terjadinya hujan dengan curah yang cukup tinggi. Menurut Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, banjir tersebut telah menggenangi 10 Kabupaten, menewaskan sedikitnya 15 orang, dan lebih dari 100.000 orang mengungsi [1].


Apakah hanya curah hujan tinggi penyebabnya?

Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan telah menimbulkan perdebatan sengit mengenai penyebab dari banjir tersebut, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga perubahan iklim.


Anomali Cuaca

Menurut Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan dan Kehutanan Indonesia, penyebab utama banjir adalah anomali cuaca yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang telah melewati kapasitas daya tampung Sungai Barito. Beliau juga menambahkan bahwa adanya perbedaan besar antara ketinggian hulu dan hilir sungai yang meningkatkan resiko banjir di wilayah tersebut. Beliau secara tegas membantah deforestasi sebagai penyebab dibalik terjadinya banjir tersebut [2].


Deforestasi di Kalimantan Selatan

Namun, Arie Rompas, Kepala Tim Kampanye Greenpeace Indonesia, menolak alasan tersebut dan mengklaim bahwa deforestasi dan degradasi hutan yang parah yang telah memicu terjadinya banjir [3].


Menurut Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mendukung klaim tersebut dengan menyatakan bahwa banjir tersebut merupakan hasil dari eksploitasi alam di Kalimantan Selatan [4]. Contohnya, dari 1.8 juta hektar Daerah Aliran Sungai Barito, terjadi penurunan hutan sebanyak 62.8% [5].

Baca juga: Deforestasi di Indonesia: Kelapa Sawit, Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Pemanasan Global

Perubahan Iklim

Perubahan Iklim adalah perubahan suhu dunia yang tidak hanya mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, tetapi juga terhadap lingkungan, salah satunya adalah perubahan pola cuaca.


Orang mungkin bertanya-tanya apa hubungannya perubahan iklim dengan banjir yang baru-baru ini terjadi di Kalimantan Selatan. Berdasarkan penelitian telah menunjukkan bahwa badai besar akan menjadi lebih sering dan lebih intens lagi terjadi karena suhu global terus meningkat, dan hal ini berarti risiko terjadinya banjir yang lebih tinggi karena cuaca ekstrem adalah salah satu penyebab utama banjir [6].


Kunjungi forum kami untuk bertanya mengenai perubahan iklim!

Sumber:

[1]https://bnpb.go.id/berita/-update-10-kabupaten-kota-terdampak-banjir-di-kalimantan-selatan#

[2]https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210120142037-20-596171/siti-nurbaya-penyebab-banjir-kalsel-anomali-cuaca

[3]https://www.cnbcindonesia.com/news/20210129123140-4-219643/ini-dia-sederet-alasan-diklaim-pemicu-banjir-besar-kalsel

[4]https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210121180038-20-596827/muhadjir-disebut-akui-banjir-kalsel-terkait-eksploitasi-alam

[5]https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210127185905-20-599242/rekomendasi-lingkungan-klhk-ke-gubernur-kalsel-soal-banjir

[6]https://www.unenvironment.org/news-and-stories/story/how-climate-change-making-record-breaking-floods-new-normal#:~:text=Floods%20are%20made%20more%20likely,long%2Dterm%20global%20climate%20change.&text=Extreme%20floods%20can%20be%20triggered,or%20a%20combination%20of%20these.


Foto:

[7] https://unsplash.com/photos/4zxp5vlmvnI

0 comments