Search

Cara Membuat Pengalaman Belanja dari Rumah Lebih Ramah Lingkungan

Gimana cara belanja online tanpa merasa bersalah?

To read this blog in English, click here.

Dengan ponsel, kamu dapat membeli apa pun secara online dengan mudah

Sumber: Morning Brew [7]


Hidup di era digital menawarkan banyak keuntungan dan salah satunya adalah pilihan untuk berbelanja online. Melalui toko online, kita tidak perlu susah payah mendatangi toko untuk mendapatkan barang yang kita perlukan.


Butuh kaos putih polos? Beli online.

Ingin ponsel terbaru? Tinggal transfer.

Kekurangan peralatan dapur? Jangan khawatir.

Nggak ada waktu untuk belanja? Nggak masalah.


Meski demikian, berbelanja online tidak seramah lingkungan seperti yang kita kira. Untuk memenuhi permintaan pasar, kita butuh lebih banyak kendaraan sehingga tingkat kemacetan, polusi dan sampah pun ikut meningkat [1].


Truk pengiriman menunggu untuk mengantarkan paket

Sumber: Andrew Winkler [8]


Tahap pengiriman barang yang memakan energi terbanyak adalah tahap yang dikenal sebagai “last mile” dimana barang pesanan disortir ke kendaraan pengiriman lalu dikirim ke alamat pembeli. Selain itu, tahap ini juga menghasilkan tingkat emisi karbon dioksida tertinggi dibandingkan tahap-tahap pengiriman lainnya sehingga banyak orang semakin yakin bahwa belanja online kurang ramah lingkungan dibandingkan belanja ke toko fisik [2].

Baca Juga: Apakah Indonesia Akan Menjadi Tempat Pembuangan Akhir?

Selain itu, meningkatnya jumlah pembeli online juga memperparah tingkat polusi plastik di Indonesia sebab barang pesanan akan diproses menggunakan kemasan plastik berlipat-lipat agar tidak rusak selama perjalanan. Contohnya, penjual biasanya akan menempatkan barang pesanan di dalam kotak kecil yang kemudian dilapisi dengan bubble wrap. Lalu, kotak tersebut akan dimasukkan ke kotak dengan ukuran yang lebih besar. Pada akhirnya, proses kemasan ini menambah jumlah limbah plastik serta kardus sehingga tidak aneh jika kita digambarkan tenggelam di lautan penuh dengan limbah kemasan [3].


Belanja online sambil dikelilingi oleh pegunungan kemasan

Sumber: Andrea Piacquadio [9]


Oleh sebab itu, ada baiknya jika industri logistik mulai memanfaatkan kendaraan listrik atau sepeda karena jenis kendaraan tersebut tidak menghasilkan kabut asap, polusi ataupun limbah.


Akan tetapi, perlu dicatat bahwa penggunaan kendaraan listrik membutuhkan perubahan operasional dan juga modal yang cukup besar. Selain itu, proses pengiriman menggunakan sepeda juga tidak efisien karena memakan lebih banyak tenaga kerja dan waktu [2,4].

Baca Juga: Perjalanan Menuju Indonesia Bebas Polusi Plastik

Selagi kita menunggu teknologi dan industri untuk terus berkembang, kita sebagai konsumen juga mempunyai peran yang besar untuk mengurangi tingkat polusi dan limbah yang kita hasilkan dari berbelanja online. Berikut adalah beberapa tips agar belanja online-mu lebih ramah lingkungan:


1. Buatlah rencana belanja yang matang

Buatlah Daftar Belanjaan


Dengan membuat rencana dan menyatukan daftar produk belanja, setidaknya barang yang kamu pilih akan dikemas dengan kotak dengan volume yang lebih besar. Terlebih daripada itu, pesananmu juga akan dikirim dalam satu perjalanan. Misalnya, kamu sedang berbelanja online dan sadar bahwa tisu toiletmu akan habis sebentar lagi. Daripada membeli ketika tisunya sudah habis, disarankan untuk membelinya sekaligus karena cara ini akan menghemat biaya pengiriman dan juga menekan emisi karbon dioksida karena hanya ada satu pengiriman dan kemasan yang digunakan lebih sedikit [4,5].




Sumber: cottonbro [10]


2. Pastikan barang yang kamu akan beli benar

Belanja impulsif dan pengembalian barang adalah dua sumber jejak karbon serta sampah yang signifikan saat berbelanja online. Tahukah kamu bahwa mengembalikan barang ke toko akan meningkatkan tingkat polusi udara lebih tinggi dibandingkan membeli dari toko secara langsung [5]? Membeli pakaian dari toko online bisa rumit apalagi kalau kamu tidak yakin dengan ukuranmu. Trik yang sering digunakan oleh pembeli adalah membeli dua ukuran lebih besar sehingga mereka dapat mencobanya di rumah dan mengembalikannya apabila ukurannya tidak pas.


Sebenarnya ada solusi lain yaitu mengukur badan, mencari tabel ukuran, kemudian pilih ukuran yang paling dekat. Jika kamu masih merasa ragu, alternatif terakhir adalah untuk mencoba pakaiannya di toko fisik [4,5].


3. Hindari pilihan pengiriman instan, kecuali makanan

Pada umumnya, aplikasi online menawarkan beberapa pilihan untuk durasi pengiriman dan pembeli biasanya tergoda untuk memilih pengiriman instan, apalagi kalau ongkos pengirimannya bebas biaya. Tetapi, pengiriman instan akan menghasilkan emisi karbon dioksida 30% lebih tinggi. Selain itu, pengiriman instan memerlukan jumlah kendaraan yang lebih banyak sehingga biaya variabel yang harus ditanggung oleh industri logistik pun ikut bertambah. Karena jumlah kendaraan di jalan semakin bertambah, macet pun akan semakin parah.


Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kamu menunggu satu atau dua hari untuk menerima barang pesananmu, terutama kalau bukan makanan karena mereka tidak akan kadaluarsa[6].


4. Belilah dari toko yang menyediakan kemasan biodegradable atau tas belanja ramah lingkungan

Belanja dengan tas ramah lingkungan

Tip terakhir adalah memilih toko yang menyediakan kemasan ramah lingkungan seperti plastik biodegradable, kardus atau tas belanja ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah plastik, kamu juga dapat menggunakan tas tersebut ketika berbelanja ke pasar swalayan [6].





Sumber: Marcus Chen [11]


Sebagai penutup, menerapkan empat tip di atas akan menjamin proses belanja online yang lebih ramah lingkungan tanpa harus keluar dari rumah.

Mempunyai ide topik yang harus kita bicarakan selanjutnya? Tulis di forum kami DISINI.

Sumber

[1] https://www.weforum.org/agenda/2020/01/carbon-emissions-online-shopping-solutions/

[2] https://www.greenbiz.com/article/store-or-online-whats-most-environmentally-friendly-way-shop

[3] https://www.forbes.com/sites/jonbird1/2018/07/29/what-a-waste-online-retails-big-packaging-problem/#66babe0371d4

[4] https://www.vox.com/the-big-idea/2017/12/21/16805324/black-friday-2018-amazon-online-shopping-cyber-monday-environmental-impact

[5] https://theconversation.com/sustainable-shopping-the-eco-friendly-guide-to-online-christmas-shopping-88252

[6] https://www.goodhousekeeping.com/uk/consumer-advice/a30926876/environmental-cost-of-online-shopping-returns/


Foto

[7] https://unsplash.com/photos/HPEFY5R2XQQ

[8] https://unsplash.com/photos/2GJiuWIN234

[9] https://www.pexels.com/photo/female-shopaholic-with-laptop-shopping-online-in-messy-living-room-3791614/

[10] https://www.pexels.com/photo/bread-hand-notes-eggs-4057737/

[11] https://unsplash.com/photos/-uZ5fPsXuw8


#plastik #manajemenlimbah #belanjaonline

© 2019 by PROJECT PLANET. Most Rights Reserved.