Search
  • Yasmin Jayanti

Ingin Hidup Bebas Plastik? Baca Apa Yang Kita Pelajari dari Plastic-Free July

To read this blog in English, click here.


Awalnya, plastik merupakan salah satu material favorit dikarenakan plastik mempunyai peran besar dalam memproduksi barang-barang yang kita lihat setiap hari, dari tas, botol hingga sedotan. Tetapi, perlahan-lahan, kita mulai sadar akan bahaya plastik terhadap lingkungan sehingga hubungan kita dengan plastik berubah dari teman menjadi musuh.


Sejak tahun 1950-an, permintaan plastik telah tumbuh secara eksponensial. Maka nggak heran kalau sampah plastik kita sudah mencapai 8.3 miliar ton dan lebih dari setengah total sampah plastik tersebut akhirnya mencemari tempat pembuangan akhir hingga lautan [1]. Kenyataannya, Indonesia berada di peringkat kedua polusi plastik terbesar di dunia [2].


Iya, memang plastik bukanlah satu-satunya faktor penyebab masalah lingkungan di dunia, tetapi nggak bisa dipungkiri bahwa plastik merupakan salah satu faktor terbesar.


Baca Juga: Ini Arti dari Angka yang Ada di Kemasan Plastikmu


Oleh karena itu, kita harus memulai gaya hidup bebas plastik untuk meminimalisir konsumsi plastik. Walaupun tidak mudah, gerakan #plasticfreejuly menunjukkan bahwa kita semua bisa melakukan perubahan ini. Yuk, simak tiga langkah berikut untuk memulai gaya hidup bebas plastik:


1. Mengenal istilah yang beredar di pasar


Sejak tumbuhnya kesadaran masyarakat akan bahaya plastik dan gerakan gaya hidup ramah lingkungan, permintaan pasar akan produk-produk ramah lingkungan semakin meningkat. Sayangnya, ada banyak perusahaan yang menggunakan istilah atau klaim yang memberikan kesan ramah lingkungan padahal sebenarnya tidak. Contohnya adalah biodegradable. Apa sih yang disebut dengan biodegradable dan apakah produk biodegradable akan mengatasi masalah polusi plastik di Indonesia atau adakah alternatif yang lebih efektif?

  • Biodegradable: Plastik yang berlabel biodegradable dapat terurai secara alami dalam waktu relatif cepat. Walaupun begitu, perlu dicatat bahwa proses terurainya plastik biodegradable bergantung pada kondisi lingkungan dimana plastik tersebut terurai.

  • Bioplastik: Bioplastik adalah jenis plastik yang terbuat dari material yang dapat diperbarui seperti gandum, singkong dan jagung. Meskipun begitu, bioplastik tidak gampang rusak sehingga bisa digunakan sebagai alternatif pengganti plastik konvensional [3].

Jadi, kita perlu memahami beberapa istilah atau klaim yang beredar di pasaran agar kita tidak memperparah polusi plastik secara tidak sadar.



Mengerti maksud dari plastic kamu

Source: Anna Shvets [9]


2. Gunakan barang yang bisa dipakai berulang kali daripada yang sekali pakai

Menurut artikel National Geographic, gerakan gaya hidup bebas plastik berawal mula dengan penggunaan sedotan logam, tetapi gerakan ini harus terus berlanjut karena produk plastik, baik besar maupun kecil, mempunyai dampak yang signifikan terhadap lingkungan [5].


Nah, makanya kita harus mulai menggunakan barang yang bisa dipakai berulang kali. Selain lebih ramah lingkungan, barang-barang tersebut adalah salah satu bentuk investasi. Jangan lupa, apabila gerakan ini terus berkembang, maka perusahaan akan lebih terdorong untuk mengambil keputusan yang lebih ramah lingkungan [6].


Coba mulai menggunakan sedotan logam, termos dan tas belanja kain!


Gunakan barang yang bisa dipakai berulang kali! Menyelamatkan lingkungan dan hemat uang

Source: Polina Tankilevitch [10]



3. Skip kemasan atau gunakan kemasan alternatif

Penggunaan plastik sebagai pengemas banyak dipergunakan karena bentuknya yang fleksibel dengan harga yang relatif murah. Masalahnya adalah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama agar benar-benar terurai. Contohnya, botol sabun atau shampoo buth sekitar 450 tahun untuk terurai [7].


Solusinya adalah menggunakan kemasan terbuat dari material yang dapat diperbarui seperti daun pisang, rumput laut, bahkan jamur!



Kemasan yang aman untuk semua

Source: Polina Tankilvitch [11]



Menjalani gaya hidup bebas plastik memang tidak gampang, apalagi dimana masyarakat kita masih bergantung pada plastik. Namun, perlu diingat bahwa gaya hidup ini akan lebih baik kedepannya dan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari sangat membantu.


Hidup dengan penggunaan plastik secara berlebihan harus berakhir dan semua lapisan masyarakat, baik Pemerintah, Pelaku Bisnis dan Individu, harus bekerjasama mewujudkan visi Indonesia bebas plastik.


Apa yang kamu ingin kami tulis selanjutnya? Tulis di forum kami DI SINI!


Sumber:

[1] https://www.unenvironment.org/interactive/beat-plastic-pollution/#:~:text=In%20the%20early%202000s%2C%20our,of%20the%20entire%20human%20population.

[2] https://www.projectplanetid.com/post/indonesia-and-plastics-a-modern-love-hate-relationship

[3] https://cleanstreets.westminster.gov.uk/plastic-waste-complete-guide/

[4] https://www.nationalgeographic.com/environment/2018/07/news-plastic-drinking-straw-history-ban/

[5] https://www.ehn.org/plastic-environmental-impact-2501923191.html?rebelltitem=1#rebelltitem1

[6] https://www.epa.gov/recycle/reducing-and-reusing-basics

[7] https://www.circularonline.co.uk/insight/whats-your-bathroom-waste-legacy/

[8] https://learn.eartheasy.com/guides/the-best-eco-friendly-alternatives-for-the-plastic-in-your-life/

Foto:

[9] https://www.pexels.com/photo/fruits-in-a-plastic-bag-3645504/

[10] https://www.pexels.com/photo/woman-holding-thermos-3735214/

[11] https://www.pexels.com/photo/photo-of-white-eggs-on-tray-4110226/


#lingkungan #bebasplastik #sampahplastik #sampah

© 2020 by PROJECT PLANET. Most Rights Reserved.