Search
  • Ahmad Muzaki Syafii

Kompos: Apa, Dimana dan Bagaimana Cara Melakukannya


Pembuatan kompos adalah salah satu cara untuk memangkas limbah makanan dan mengubahnya menjadi “emas hitam” yang akan memperkaya kebun kita.

Kompos dapat menjadi solusi bagi sampah orgnanik

Sumber: Alvin Engler [13]


To read this article in English, click here!


Indonesia menghasilkan sekitar 175 juta ton sampah — setara dengan tiga kali tinggi Stadion Gelora Bung Karno [1].


Menariknya, 60% sampah ini merupakan sisa-sisa makanan. Faktanya, Indonesia adalah penghasil limbah makanan terbesar kedua di dunia [2]. Ada banyak solusi untuk mengurangi limbah makanan, salah satunya adalah dengan pengomposan.


Baca juga: Food for Thought: Lebih Sedikit Limbah Makanan, Planet akan Semakin Bahagia


Kenapa kompos?

Sekitar 80 hingga 90 persen dari mikroorganisme yang ditemukan di tumpukan kompos adalah bakteri

Sumber: Markus Spiske [14]


Meskipun banyak orang telah mendengar tentang pengomposan, beberapa masih merasa enggan untuk mencobanya, mungkin karena anggapan umum yang dengan cepat memberi label pengomposan terlalu rumit, bau, dan berantakan.


Pada kenyataannya pengomposan relatif sederhana, kegiatan ini bahkan dapat dilakukan di rumah, baik di dalam maupun di luar ruangan. Lebih penting lagi, pengomposan sangat efektif tidak hanya dalam mengurangi sampah organik, tetapi juga mengubah limbah kita menjadi vitamin yang kaya dan bergizi bagi tanah (secara gratis!) [3,4].


Baca juga: Ekonomi Sirkular akan Memenangkan Perang Indonesia dengan Limbah Makanan. Ini Alasannya


Apa saja bahan kompos

Bahan kompos merupakan kombinasi karbon, nitrogen, dan air

Sumber: Ella Olsson [15]


Ada tiga bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kompos: bahan hijau (kebanyakan karbon), bahan coklat (kebanyakan nitrogen) dan air [5].


Bahan hijau termasuk sisa makanan, rumput, ampas kopi dan kotoran hewan (bukan dari anjing atau kucing), dan tanaman segar. Sedangkan, bahan coklat adalah bahan yang kering, seperti ranting, jerami, bubuk ranting, karton, dan koran [6].


Kunci lain dalam membuat kompos yang sukses adalah menghindari makanan yang mengandung kadar asam tinggi seperti buah jeruk, karena dapat membunuh bakteri baik yang membantu proses pengomposan [7]. Demikian pula, daging dan produk susu harus dihindari untuk mencegah hewan pengerat dan bau yang tidak diinginkan [8].


Bahan terakhir adalah air yang berfungsi sebagai pengatur kelembaban untuk membantu mengurai bahan organik [5].



Bagaimana membuat kompos

Sirkulasi udara dan air yang baik akan menghasilkan kompos yang baik

Sumber: Neslihan Gunaydin [16]


1. Lakukan pemilahan sampah


Baik itu untuk pengomposan atau tidak, sangat disarankan untuk memisahkan sampah anorganik dan organik untuk mencegah kontaminasi dan kebocoran dalam jangka panjang [9]. Jika membuat kompos menjadi tujuan kita, maka kita dapat memisahkan sampah organik berdasarkan bahan hijau dan coklat.


2. Pilih tempat untuk membuat kompos


Selanjutnya, kita perlu mencari tempat untuk membuat kompos, dan tempat yang ideal adalah di luar ruangan, atau di tempat yang dikeringkan dengan baik. Kita dapat membuat kompos di dalam lubang di tanah atau di dalam wadah yang ukurannya dapat disesuaikan dengan jumlah sampah organik yang dihasilkan oleh kita atau keluarga kita [10].


Jika kita menggunakan wadah, diperlukan lubang kecil di bagian bawah dan sampingnya untuk udara masuk dan keluar. Penutup juga sangat diperlukan untuk mencegah lalat, tikus, atau hama lainnya, selain itu penutup juga berfungsi agar kompos tetap kering saat terkena hujan.


3. Buat campuran kompos


Pada tahap ini kita akan menggabungkan bahan hijau dan coklat. Untuk hasil terbaik, gunakan rasio 3:1 bahan hijau ke coklat. Selain itu buatlah lapisan karena lapisan dapat mempercepat proses dekomposisi [11].


Awalnya agak rumit, tetapi jika tumpukan kompos terlihat terlalu basah dan berbau, tambahkan lebih banyak bahan berwarna coklat. Sebaliknya jika terlihat terlalu kering, tambahkan lebih banyak bahan hijau dan air agar sedikit lembab.


Hal lain yang perlu diingat: tambahkan bahan organik baru bagi tumpukan kompos secara teratur dan berikan oksigen seminggu sekali dengan mengaduknya menggunakan garpu taman.


4. Gunakan


Kompos membutuhkan beberapa minggu atau beberapa bulan untuk siap digunakan, hal ini bergantung pada bahan apa yang kita masukkan, dan cuaca [10].


Setelah kompos anda terlihat gelap, lembut, dan berbau seperti tanah, artinya kompos telah siap digunakan.


Kompos telah menunjukkan banyak manfaat. Di Amerika terdapat 800 hingga 1000 fasilitas pengomposan yang berfungsi sebagai alternatif tempat pembuangan akhir [12]. Hal ini menunjukkan bahwa praktek pembuatan kompos sangat membantu lingkungan kita. Bukankah sudah menjadi tugas kita untuk melindungi lingkungan?


Ada yang hal yang ingin kami tulis? Beri tahu kami DI SINI


Sumber:

[1] https://katadata.co.id/timrisetdanpublikasi/analisisdata/5e9a57af981c1/kelola-sampah-mulai-dari-rumah

[2] https://www.projectplanetid.com/post/ekonomi-sirkular-akan-memenangkan-perang-indonesia-dengan-limbah-makanan-ini-alasannya

[3] https://www.planetnatural.com/home-composting/

[4] https://www.epa.gov/sustainable-management-food/types-composting-and-understanding-process

[5] https://www.epa.gov/recycle/composting-home

[6] https://cedarcirclefarm.org/tips/entry/compost-turn-food-waste-into-soil-nutrients

[7] https://www.conserve-energy-future.com/things-that-you-should-never-put-in-compost-heap.php

[8] https://www.buschsystems.com/resource-center/page/7-things-you-shouldn-t-compost

[9] https://id.projectplanetid.com/post/sampah-rumah-dipisahkan-dengan-bahagia

[10] https://trashhero.org/blog/food-waste-is-not-garbage/

[11] https://www.npr.org/2020/04/07/828918397/how-to-compost-at-home

[12] https://www.csmonitor.com/1989/1206/aleaf.html


Foto:

[13] https://unsplash.com/photos/7OC877W77yw

[14] https://unsplash.com/photos/vrbZVyX2k4I

[15] https://unsplash.com/photos/I-uYa5P-EgM

[16] https://unsplash.com/photos/BduDcrySLKM


© 2020 by PROJECT PLANET. Most Rights Reserved.